Serigalaw

Wednesday, April 24, 2013

Akhir - akhir ini gue lagi buntu dalam penulisan. karena itu gue memutuskan untuk posting cerita aja, kisah gue atau kisah orang - orang disekitar gue. semua bakal gue tulis dengan lebih baik tentunya. semetara sambil mencari dan menyusun kata, blog gue bakal dihiasi dengan beberapa cerita. so, tetep baca dan enjoy kalau bisa leave comment tentunya. terimakasih para blogger :))

Bahagia tak perlu selalu berkata

Monday, April 15, 2013


Tepat malam sebelum harinya, sedang turun hujan senja ini.
Aku kembali duduk dibalik jendelaku ditemani susu hangat kala itu.
Sekedar melihat hujan yang turun karna tak ingin melewati satu persatu rintiknya menetesi bumi.
Tapi, ada yang beda saat itu. Aku ada dibalik jendelaku.
Tidak seperti dulu, saat aku berani tenggelam langsung dalam hujan itu.. kali ini aku enggan membasahi diriku dengan perbuatan tak berguna seperti dulu.
Sudah jadi kewajiban manusia untuk belajar dari hal yang lalu. Aku sudah belajar, untuk menikmati sesuatu yang indah kadang tak perlu tenggelam kedalamnya, kita bisa duduk diam tapi pandangan selalu terarah padanya.
Tanpa sedetikpun aku lewatkan, setiap kedipan mataku selalu tertuju padanya.
Iya, wanita yang satu itu. Yang sedang aku buatkan tulisan mengenai hari bahagianya.
Aku ingin jadi yang pertama untuk meyakinkan padanya kalau aku perduli pada senyumnya.
Sekaligus menegaskan kalau aku penggemar terberat dari senyumannya. Mata ini terus melihat kesudut pipinya, tempat dimana senyum itu bernaung senja itu.
Sampai akhirnya senja beralih malam dan hujan tak turun lagi, entah kenapa aku masih duduk diam dibalik jendelaku. Padahal, hujan resmi selesai kala itu dan tidak ada lagi keindahan yang tertera dibalik jendelaku.
Ternyata aku salah, senja masih menyisahkan satu keindahan yang sempat aku lewatkan.
Dia menunjukkan aku senyuman itu. Senyuman kamu, yang kali ini aku rasa tingkat keindahannya sudah melewati batas indah senja.
Dan aku, resmi dibuat tersenyum melihat senyum kamu.
Sambil duduk diam aku cuma bisa tersenyum melihatmu. Tanpa enggan berkata banyak, aku mau menegaskan, bahwa bahagia tak perlu selalu dengan berkata.

Puisi (Untitled #2)

Thursday, April 11, 2013


kasih bukan hanya menyayangi
bagi ku yang tak memiliki..
bagian hati yang kini,
kini kosong tak dimiliki
                       
                        cukup melihat mu di sini
                        tuk menghapus sepiyang tak berujung ini
                        walau saat ini
                        kau resmi berdamping kan kekasih hati

tak sedetikpun ku lupa
raut wajah mu yang ceria
yang kau habiskan saat kau bersamanya
sedikit ku mulai terbiasa

                        di balik bayang semu akan rasa penantian ku
                        kini rasa itu mulai berjibaku
                        dalam waktu tak tentu

kau yang di sana
apakah kau tak tau?
aku pudar tanpa mu
aku lumpuh tanpa mu

                        kasih bukan lah tanpa makna
                        saat ku rela kan nasib
                        pada takdir sang ilahi..
                        ku tau kau tak kan jauh
                                                           
fakta tak kan bohong
bukan karna dia suci
tapi karna hati kecil yang bersuara
coba, dengarkan lah hal itu
wahai pengisi hati..

Puisi (Untitled)


bunga mawar menjadi lambang, terukirnya sebuah hubungan
ucapan yang begitu mesra adalah perkataan yang sulit
bagi seorang yang tak mengerti
adanya keseimbangan yang telah tercipta

                        terjalin hubungan cukup lama
                        apakah kau sadari semua ini?
                        yang ada di balik keadaan selama ini
                        hanya kebohongan yang ada
                        dan terbukti, semua adalah kejenuhan hati untuk itu semua

tersirat ku untuk berpaling
namun itu tak kan merubah hati yang terlanjur acuh pada hati yang lain
walau ku tahu dirimu masih butuh..
masih merindu ku dari jauh
                       
                        ku takut bukan karna ku kan bosan
                        namun ku tau kau akan hilang
                        tertutupi semua ini
                        dan ku tau kau akan terbangun
                        dari mimpi indah yang lembut
                        menjadi kenyataan sekasar ini

ku berusaha membohongi hati
namun ku tak mampu lagi
tak kuat lagi untuk itu..
sampai kapan ku harus terdiam?
tak bersuara dan memberontak
ku sudah tak terbendung lagi
           
                        maaf kan aku atas semua ini
                        ku kan menuntun mu saat kau lumpuh
                        saat ini, dan sampai kau akan ku lepas..
                        menuju anak tangga jalan mu
                        dan kau akan sadar saat itu
                        ku sudah dengan sandaran hati lain
           
ku buka tirai jendela ini
dan ku lihat pemandangan baru
menghias rumah ku yang usam
tersenyum sedikit ku di sini
sudah melihat kau berjalan sendiri
walau masih rapuh tanpa hadirku disana lagi
                                   
 


Ya, sedang buntu


Beberapa hari ini aku buntu. Jari ini enggan menari lagi dengan kata yang terbiasa aku ucap dulu. Ya, mungkin ini semenjak kehilangan kamu. Aku jadi kehilangan apa rasanya kata itu. Berulang kali aku coba berbagai cara memutar waktu saat aku pernah sama kamu, tapi jari itu tetap enggan menari lagi. Entahlah, mungkin ini akibat inspirasiku resmi direngguh.. direngguh kekasihmu yang kembali kepelukan itu. 
Ratusan lagu aku mainkan yang mewakili cerita kita, tapi tak satupun yang berhasil aku rangkaikan kembali. 
Ribuan tetes hujan aku dengarkan yang mewakili samar-samar suaramu saat masa itu, tapi tak satupun yang berhasil aku bisa pastikan yang mana suara kamu dulu. 
Diujung senjaku aku berusaha menulis tentang kamu. Aku menulis tentang kamu bukan karna aku mau mengumbar cerita kita, bukan.. Aku hanya ingin cerita kita tersimpan rapi dalam tiap tulisan dari jari ini. Agar kelak saat aku lupa, aku bisa membacanya sewaktu-waktu dan kembali tersenyum sembari mengingat masa itu. Saat dimasa tuaku kelak aku akan tetap baca itu, bersama anak cucuku aku akan ceritakan cerita kita, yang dulu pernah bersama, walau sekarang tidak. :)
           

Kelopak dan Bola mata


Saat air mata sudah jadi tabu, buatku. Rasanya sakit, saat dimana rasa sedang sendiri dan saat air mata enggan keluar dari kelopaknya.. pernahkah kalian rasakan itu? Itu yang sedang terjadi pada kelopak ini. Kelopak yang terus memperlihatkan guratan bahagia dalam setiap kedipan di kedua bolah matanya. aku sedang tidak bahagia kata bola mata. Dia sudah tidak tahan menahan air mata, sudah terlalu membendung didalamnya katanya.

            Tapi, sekali lagi. Kelopak itu terus menutupinya, menutupi kesedihannya dengan guratan bahagianya. Entah maksudnya apa, mungkin dia hanya tidak ingin bola mata bersedih karena selepas ditinggalkan objek kesayangannya? Dia sudah tidak bisa melihat objek kesayangannya lagi, dikarnakan objek itu telah pergi bersama objek lainnya. Bola mata itu terus melihat kearah mereka. Sembari memutar kembali kaset kenangan usang bersama objek kesayangannya, dia terus menahan sedih karnanya. Air matanya makin membendung malam ini, seakan tak kuasa menahannya, dia terus meminta izin pada kelopak untuk mengeluarkannya. Agar tidak sakit didalam katanya.. 

            Akhirnya malam ini dia diizinkan olehnya. Air matanya bisa keluar, bersama dinginnya malam selepas kepergian objek kesayangannya, air matanya kian turun membasahi tiap langkah sepi sendirinya. Dia terus memutar kenangan itu dalam benaknya, rasanya bahagia yah saat disana, saat aku bisa lihat kamu sepenuhnya… katanya. Tapi, kenangan itu tiba – tiba tertutup. Kelopak yang menutupnya rupanya, dia menutupnya karena segan melihat air mata tak henti keluar dari bola mata. Lalu timbul satu pertanyaan darinya. “seberharga itukah objek itu, sampai kamu merasa sangat kehilangannya?”.  
            Bola mata pun menjawab “tidak, bukan kepergiannya yang aku tangisi malam ini. Yang aku tangisi adalah rindu akan kenangan bersamanya, aku merindukannya malam ini, dan sejak malam – malam sebelumnya. Aku menangis karna aku tahu, aku tak bisa apa – apa lagi buatnya.” Perlahan kelopak membukanya, dan membiarkan bola mata mengingat kenangan itu kembali dalam ingatannya. Ditemani malam yang sepi, dia membasahi kenangannya dengan air mata dan membuatnya semakin segar terasa.

Karena saat dimana kita rindu, bukan mengeluh yang kita perbanyak. Tapi, kenangan akan orang tersebut yang harus kita perbanyak putar kembali. Biarkan kenangan itu berputar, mengulang semua kejadian sejak awal pertama jumpa. Walau air mata yang akan keluar hasilnya, itu bukan masalah selama bisa mengingat dia. Mungkin itulah bayaran yang sepadan, saat rindu kepada seseorang yang bukan lagi milik kita.