Kelopak dan Bola mata

Thursday, April 11, 2013


Saat air mata sudah jadi tabu, buatku. Rasanya sakit, saat dimana rasa sedang sendiri dan saat air mata enggan keluar dari kelopaknya.. pernahkah kalian rasakan itu? Itu yang sedang terjadi pada kelopak ini. Kelopak yang terus memperlihatkan guratan bahagia dalam setiap kedipan di kedua bolah matanya. aku sedang tidak bahagia kata bola mata. Dia sudah tidak tahan menahan air mata, sudah terlalu membendung didalamnya katanya.

            Tapi, sekali lagi. Kelopak itu terus menutupinya, menutupi kesedihannya dengan guratan bahagianya. Entah maksudnya apa, mungkin dia hanya tidak ingin bola mata bersedih karena selepas ditinggalkan objek kesayangannya? Dia sudah tidak bisa melihat objek kesayangannya lagi, dikarnakan objek itu telah pergi bersama objek lainnya. Bola mata itu terus melihat kearah mereka. Sembari memutar kembali kaset kenangan usang bersama objek kesayangannya, dia terus menahan sedih karnanya. Air matanya makin membendung malam ini, seakan tak kuasa menahannya, dia terus meminta izin pada kelopak untuk mengeluarkannya. Agar tidak sakit didalam katanya.. 

            Akhirnya malam ini dia diizinkan olehnya. Air matanya bisa keluar, bersama dinginnya malam selepas kepergian objek kesayangannya, air matanya kian turun membasahi tiap langkah sepi sendirinya. Dia terus memutar kenangan itu dalam benaknya, rasanya bahagia yah saat disana, saat aku bisa lihat kamu sepenuhnya… katanya. Tapi, kenangan itu tiba – tiba tertutup. Kelopak yang menutupnya rupanya, dia menutupnya karena segan melihat air mata tak henti keluar dari bola mata. Lalu timbul satu pertanyaan darinya. “seberharga itukah objek itu, sampai kamu merasa sangat kehilangannya?”.  
            Bola mata pun menjawab “tidak, bukan kepergiannya yang aku tangisi malam ini. Yang aku tangisi adalah rindu akan kenangan bersamanya, aku merindukannya malam ini, dan sejak malam – malam sebelumnya. Aku menangis karna aku tahu, aku tak bisa apa – apa lagi buatnya.” Perlahan kelopak membukanya, dan membiarkan bola mata mengingat kenangan itu kembali dalam ingatannya. Ditemani malam yang sepi, dia membasahi kenangannya dengan air mata dan membuatnya semakin segar terasa.

Karena saat dimana kita rindu, bukan mengeluh yang kita perbanyak. Tapi, kenangan akan orang tersebut yang harus kita perbanyak putar kembali. Biarkan kenangan itu berputar, mengulang semua kejadian sejak awal pertama jumpa. Walau air mata yang akan keluar hasilnya, itu bukan masalah selama bisa mengingat dia. Mungkin itulah bayaran yang sepadan, saat rindu kepada seseorang yang bukan lagi milik kita.

0 comments:

Post a Comment