Bahagia itu sederhana.
Sesederhana aku ingin memilikimu
Sesederhana aku ingin melindungimu
Sesederhana aku yang hanya ingin slalu bersamamu
Memang sederhana,
Tapi prosesnya yang anti sederhana..
Dan biasanya berjalan lambat
Aku bukannya terlalu lambat.
Aku hanya tidak tau jalan tercepat seperti orang lain lakukan terhadapmu
dan akhirnya mendapatkanmu.
Mungkin juga karna aku yang terlalu mengeluh menanyan arti sebuah
loyalitas janji omong kosong.
Mungkin juga karna aku yang terlalu bodoh berkata karna dipenuhi nafsu
dunia.
Aku tidak pantas berkata ini
Kata kata adalah pedang bermata dua..
Ya, karna kata kata ku lah membuatmu jauh dariku
Membuatmu melupakanku dan membenciku.
Membuangku ke dasar bumi paling hina dalam hidupku
Hanya karna sebuah perkataan tanpa pemikiran idealis
Bahagia itu sederhana akan kuubah dalam skala ku
Bahagia itu rumit.
Rumit dalam aku yang mencintaimu
Karna sesungguhnya cinta itu tidak ada yang sederhana
Rumit dalam aku yang kehilanganmu
Karna sekali kehilangan kau akan sulit mengembalikan..
Jam kini berdentang di angka enam pas
Menghabiskan semua intrik dan realitas
Aku ingin kembali ke masa itu
Masa dimana aku yang memilikmu dan menganggap semuanya sederhana dengan
caraku
Terlalu mengada ngada bukan?
Memutar waktu seolah aku memegang perputarannya
Salahkah jika aku ingin kembali mengubah segalanya?
Salahkah jika aku ingin berusaha kembali ke masa itu dan memperbaiki
semua?
Mungkin jalan cerita yang akan berbeda
Tapi persoalan tetap sama
Ya.. persoalan kita
Persoalan yang tak akan kau temukan jawabannya
Karna kau lah yang menyembunyikannya
Dan aku yang mempersulit semua
Dalam perkataan mungkin kita ingin bersama selamanya
Tapi dalam hati berkata berbeda
Kita saling mempersulit satu sama lain
Itu sudah cukup untuk hati membuktikan
Kalau kita tak pantas berjalan..
Terbanglah kau ke tempat setinggi angan dan fantasimu
Aku akan tetap merangkak di bumi menjalani masa depan dibawah bayang
masa lalu
Ditemani hujan bersama air mataku
Yang menandakan ku telah rela kehilanganmu..
Wisdan hawari - smanli bogor.
0 comments:
Post a Comment