Ulang

Tuesday, March 19, 2013



Tuhan, sekarang apalagi?
Bukan manusia namanya kalau sedang jatuh tidak lari ke Tuhan.
Bukan manusia pula namanya jika saat senang tidak pernah menoleh Tuhannya.
Aku pernah merasakan itu..
Sampai sekarang pun mungkin masih begitu.
Banyak celotehku padamu tentang pentingnya sebuah penghargaan.
Tanpa aku sadari aku jarang, bahkan mungkin tidak pernah memberimu penghargaan.
Begini yah, yang namanya tidak dihargai?
Rasanya aneh Tuhan..
Bukannya aku ingin dihargai, bukan.. Aku cuma ingin agar orang itu mengerti kalau aku mengupayakan kita kembali.
Sekali ini saja Tuhan, sampaikan. Kalau aku, sayang dia.
Aku percaya keajaiban dan mukjizat. Beri satu keajaibanmu agar aku bisa mengulangnya kembali.
Aku ingin kisah itu diulang.
Saat kita pertama bertemu, aku tidak pernah memimpikan datangnya hari seindah itu.
Aku sayang kamu.
Aku mungkin penghambar cinta. Tapi, saat sama kamu entah kenapa rasa itu muncul lagi..
Aku ingin rasa itu lagi, tak perlu instan.
Semua bisa berjalan pelan – pelan seiring denting jam, asal rasa yang ditimbulkannya pekat.
Ya, malam ini aku mengerti.
Rasaku hilang bersama perpisahan.
 Aku, butuh kamu lagi.
Tuhan, malam ini aku resmi menghampirimu, terserah padamu untuk merangkulku atau hanya mendengarkan celotehanku.
Aku ingin dihargai. Walau itu hanya sekedar ucapan basa basi.
Terima kasih selama ini. Aku janji aku gaakan lari lagi. Tuhan percaya kan?

0 comments:

Post a Comment